+86 150-5146-1613
>

Rumah / Berita / Berita Industri / Apakah Cleanroom Wiper digunakan untuk mengelap kering atau mengelap basah?

Berita Industri

Apakah Cleanroom Wiper digunakan untuk mengelap kering atau mengelap basah?

Wiper ruang bersih biasanya digunakan dalam dua cara: penyeka kering dan penyeka basah, bergantung pada karakteristik bahan dan skenario penerapannya:

(1) Menyeka Kering

Karakteristik Bahan: Wiper ruang bersih kering biasanya terbuat dari serat poliester atau poliamida berdensitas tinggi. Mereka dicirikan oleh penyerapan air yang tinggi, pelepasan serat yang rendah, dan pelepasan partikel yang rendah.

Skenario yang Berlaku: Terutama digunakan untuk menghilangkan debu dan partikel dari permukaan, cocok untuk proses yang tidak memerlukan pembersihan korosif. Pelepasan partikelnya yang rendah menjadikannya bahan konsumsi pilihan untuk industri seperti semikonduktor, fotovoltaik, dan LED.

Keuntungan: Wiper kering tidak memerlukan bahan pembersih tambahan saat digunakan, secara efektif menghindari kontaminasi sekunder dan menjaga tingkat kebersihan yang tinggi di lingkungan.

(2) Menyeka Basah

Karakteristik Bahan: Wiper lap basah biasanya diberi perlakuan antistatis khusus pada permukaannya, atau menjalani proses pembersihan ion dan pembersihan residu setelah penyekaan kering untuk mengurangi muatan permukaan.

Skenario yang Berlaku: Terutama digunakan untuk membersihkan komponen elektronik atau lensa optik yang sangat sensitif terhadap listrik statis. Karena sifat antistatisnya, bahan ini dapat secara efektif mencegah kontaminasi partikel yang disebabkan oleh gaya tarik elektrostatis.

Keuntungan: Saat melakukan penyeka basah, wiper ruang bersih biasanya digunakan dengan bahan pembersih deionisasi atau ion rendah untuk memastikan netralisasi selama proses pembersihan.

Mengapa Wiper Cleanroom perlu menjalani "pembersihan ion" atau "pembersihan residu"?

Pembersihan ion dan pembersihan residu adalah proses utama untuk memastikan kualitas Cleanroom Wiper, terutama karena alasan berikut:

(1) Penghapusan Residu dan Bahan Aditif

Penghapusan Kotoran: Selama proses pembuatan, permukaan wiper mungkin memiliki sisa oli, bahan tambahan, atau kotoran kecil lainnya dari peralatan produksi. Proses pembersihan ion dapat secara efektif menghilangkan residu ini, mencegahnya berpindah ke permukaan yang telah dibersihkan selama penggunaan sebenarnya.

Peningkatan Kebersihan: Melalui pembersihan ion, residu pada permukaan wiper dihilangkan secara menyeluruh, sehingga memenuhi standar ruang bersih ISO 14644 dan memastikan bahwa wiper tidak menjadi sumber kontaminasi sekunder.

(2) Mengurangi Muatan dan Adsorpsi Elektrostatis

Netralisasi Muatan: Proses pembersihan ion menetralkan muatan pada permukaan kain lap. Kain lap yang tidak diberi perlakuan dapat membawa muatan positif atau negatif, sehingga dengan mudah menarik partikel kecil dari udara atau menyebabkan adsorpsi elektrostatis pada benda yang dibersihkan.

Mencegah Kontaminasi Elektrostatis: Untuk proses yang sangat sensitif terhadap listrik statis, seperti manufaktur sirkuit terpadu (IC), kain lap pembersih ion secara signifikan mengurangi risiko pelepasan muatan listrik statis (ESD), sehingga melindungi komponen halus dari kerusakan.

(3) Meningkatkan Sifat Antibakteri dan Antijamur

Kebersihan dan Kebersihan: Proses pembersihan ion biasanya disertai dengan pengeringan suhu tinggi dan sterilisasi ultraviolet. Hal ini tidak hanya menghilangkan residu tetapi juga membunuh bakteri, jamur, dan spora pada permukaan kain lap, sehingga mencegah pertumbuhannya saat digunakan.

Memastikan Keamanan: Untuk bidang seperti medis, farmasi, dan bioteknologi, kain lap harus memenuhi standar kebersihan yang ketat, dan pembersihan ion merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan ini.

Temukan solusi khusus untuk produk anti-statis bebas debu?
Lihat lebih banyak